Singkat Saja

Atikah #2

Surya Kencana, Jawa Barat. 10 Oktober 2021. Foto: Ian. Dua hari melakukan pendakian bersama Atikah ke Gunung Gede. Saya menyadari ia terbuat dari kesunyian yang memblukar dan rahasia yang berdaun-daun. Seperti hutan belantara di atas pegunungan, ia magis. Jumlah kata dan suara yang ia keluarkan sedikit. Tak sebanyak langkah kakinya yang cergas menapaki bebatuan Cibodas…… Continue reading Atikah #2

Cerpen

Manusia Bisa Hidup Tanpa Oksigen, Bisa Mati Karena Kutipan

Paruk tak peduli jika seribu orang membencinya. Ia tenang bersama ribuan kutipan. Kutipan-kutipan bukan miliknya. Bukan berasal dari otaknya. Tapi Paruk mencintai kutipan tersebut, melebihi siapa saja di dunia ini. Di waktu yang santai, Paruk terbiasa mengolesi semua koleksi kutipannya dengan minyak zaitun. Pelan-pelan ia menggosok kain perca, membasuh dengan lembut kata per kata. Ia…… Continue reading Manusia Bisa Hidup Tanpa Oksigen, Bisa Mati Karena Kutipan

Puisi

Di Ujung Malam

Ia tak nyaman ketika bertemu dengan seseorang yang dominan bicara; seseorang yang gemar menceritakan tentang dirinya, bahkan tanpa diminta; seseorang yang sibuk bicara dan enggan mendengar. Ia tak nyaman ketika menyadari dirinya dominan bicara; Ia menceritakan dirinya, bahkan pada tiap orang berbeda; Ia sibuk bicara dan berharap bisa hanya mendengar. Di ujung malam. Ia menelan…… Continue reading Di Ujung Malam

Nglantur

Dalam Derap Linimasa

Setelah menunggu satu tahun, Ia bisa mengambil cuti. Saya tidak keberatan saat Ia ingin berlibur ke sini. Kami sudah berbulan-bulan tak bertemu; atau berdiskusi tentang hal apapun; menyanyikan lagu dengan keahlian serba tanggung; atau sekedar mengakali kemalangan nasib dan kehidupan yang penuh tuntutan. Saya tak sabar untuk bertukar kisah dengan Ia. Ia pernah tinggal di…… Continue reading Dalam Derap Linimasa