Intisari

Selamat Berpulang Mutoy (1991-2020)

Awal Maret, sebuah pesan masuk ke WhatsApp saya. Saya membacanya singkat dan mengumpat dalam hati. “Jadi lu kawin?” begitulah bunyi pesan tersebut. Datang dari Imam Maulaudi alias Mutoy. Saya membalasnya secara asal, jadilah tapi nanti, balas saya. Pesan itu ujug-ujug datang tanpa konteks apapun sebelumnya. “Yauda, jangan lupa kabarin gue nanti,” balasnya. Itu pesan balasan…… Continue reading Selamat Berpulang Mutoy (1991-2020)

Uncategorized

Hari Ke-10 Physical Distancing

Hari ke-10, saya menjalani physical distancing atau menjaga jarak. Sesuai dengan arahan pemerintah pusat dan daerah dalam menangani pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga sekarang di Indonesia. Jumlah kasusnya masih meningkat, mencapai 790 orang dan 58 orang meninggal dunia serta 31 sembuh per 25 Maret 2020. Hari ke-10, saya bekerja dari rumah. Keluar rumah hanya…… Continue reading Hari Ke-10 Physical Distancing

Uncategorized

Sore di Margonda

Sore di Margonda tak pernah berubah. Langitnya masih begitu-begitu saja. Kalau sedang bagus, warnanya biru pekat dengan sedikit awan di sekelilingnya dan biasanya sinar matahari yang letih. Kalau sedang tidak bagus, warnanya abu-abu monyet bahkan hitam meradang. Ia memperhatikan hamparan langit tak berujung tersebut. Ia tidak berusaha mencari ujung langit ataupun menelaah bagaimana langit tercipta.…… Continue reading Sore di Margonda

Intisari

Hidup Ini Brengsek, Kita Terpaksa Menjalani

Ia terkulai di atas kasur miliknya. Sendiri. Lampu tak dibiarkan remang. Ia benci hal itu. Sebab membuat kamar remang, adalah konstruksi psikologis yang dibangun oleh film-film. Perasaan sedih, menurutnya, tak melulu harus dirayakan dengan keadaan pencahayaan kamar yang remang-remang. Sudah enam jam posisinya tak berubah. Ia juga tak lagi mencari-cari film favorit dan menontonnya hingga…… Continue reading Hidup Ini Brengsek, Kita Terpaksa Menjalani

Resensi

A Tribute to Mocca: Album Yang Kurang Berani

Perlu waktu untuk bisa menerima Mocca membawakan Hyper-Ballad milik Bjork di album keempat mereka, Colours (2007). Sebab sepanjang mendengarkan Bjork, terlebih dalam album Post (1995) dan terkhusus nomer tersebut. Saya kadung terlena oleh nuansa gelap, efek meruang, dan elektronika-pop yang magis. Begitu Mocca membawakan Hyper-Ballad, kening saya mengernyit. Seraya tidak percaya bahwa Bjork dibawakan sedemikian…… Continue reading A Tribute to Mocca: Album Yang Kurang Berani

Intisari

Tentang Ia

Semua yang bertemu Ia, mendaku nyaman ketika berbincang-bincang dengan Ia. Orang-orang itu, memuntahkan segala yang berkecamuk dalam pikiran kepada Ia. Mulai dari perkara uang, utang, kutang, sayang hingga ranjang. Ia bukanlah pemberi solusi terbaik, bahkan tak jarang menyesatkan. Ia sadar betul akan hal itu. Oleh karena demikian, Ia lebih banyak diam dan khusyuk menyimak orang-orang…… Continue reading Tentang Ia

Intisari

Kecerobohan Pada Hari Yang Tenang

Ia tiba di rumahku sekitar 30 menit lebih cepat dari jadwal janjian kami. Usai memarkirkan sepeda motornya, ia bergegas duduk di bangku ruang tengah tanpa aku persilahkan. “Kamu tau, hal terberat dari kenangan bersama mantan?” ujarnya secara ceroboh. Aku katakan ceroboh, karena ia tidak memiliki pembukaan menarik untuk hal-hal yang sebenarnya sedang malas aku dengar.…… Continue reading Kecerobohan Pada Hari Yang Tenang