Nglantur

Nglantur #2: Tungau di Pelupuk

Dokter bilang saya diserang tungau. Nyaris seluruh kulit merasakan gatal hebat, apalagi saat malam menjelang; saya pernah terpaksa begadang karena sibuk menggaruk, keesokan hari tubuh lemas dan pikiran menjadi lambat, beruntung orang kantor tempat saya bekerja tidak bawel. Dokter memberikan saya obat pagi dan obat malam; dia bilang obat pagi tidak akan membuat saya mengantuk…… Continue reading Nglantur #2: Tungau di Pelupuk

Nglantur

Nglantur #1

Sebetulnya saya ingin memulai melantur sejak mengakhiri kelas penulisan bersama AS Laksana akhir tahun 2020. Melalui kelas tersebut saya menemukan konsep latihan menulis dan merawat pikiran dengan sederhana; kuncinya hanya menuliskan apapun yang melintas di kepala saat hendak menulis, tanpa berusaha melalui pertimbangan-timbangan keras. Namun rupanya saya lebih sering malas. Maka baru hari ini melantur.…… Continue reading Nglantur #1

Singkat Saja

Upaya Menghargai Rokok

Saya tidak akan berhenti merokok. Sebaliknya, saya akan menaikan derajat rokok. Saya akan mendukung rokok menjadi substansi termasyhur dalam sejarah manusia—setidaknya sejarah saya sendiri. Saya mulai merokok sejak kelas 1 SMP atau sekitar 15 tahun lalu. Berawal dari sekedar coba dan demi kebutuhan sosial. Kemudian merokok karena seolah butuh. Setiap kali menghadapi hal sulit: menyatakan…… Continue reading Upaya Menghargai Rokok