Singkat Saja

Upaya Menghargai Rokok

Saya tidak akan berhenti merokok. Sebaliknya, saya akan menaikan derajat rokok. Saya akan mendukung rokok menjadi substansi termasyhur dalam sejarah manusia—setidaknya sejarah saya sendiri. Saya mulai merokok sejak kelas 1 SMP atau sekitar 15 tahun lalu. Berawal dari sekedar coba dan demi kebutuhan sosial. Kemudian merokok karena seolah butuh. Setiap kali menghadapi hal sulit: menyatakan…… Continue reading Upaya Menghargai Rokok

Intisari

Bukan Waktu Yang Tepat Untuk Keluyuran

Ilustrasi oleh Christine Cabral. Mulanya, saya pikir bekerja di rumah akan terasa ringan dijalankan. Pada minggu pertama, kedua, dan ketiga semua nampak normal. Saya memulai hari dengan bebenah tempat tidur, memeriksa grup pekerjaan, jika tak ada urgensi langsung bergegas mandi, dan mencari sarapan sembari menghubungi narasumber. Pada siang hari, sembari mengumpulkan informasi untuk tulisan current…… Continue reading Bukan Waktu Yang Tepat Untuk Keluyuran

Intisari

Selamat Berpulang Mutoy (1991-2020)

Awal Maret, sebuah pesan masuk ke WhatsApp saya. Saya membacanya singkat dan mengumpat dalam hati. “Jadi lu kawin?” begitulah bunyi pesan tersebut. Datang dari Imam Maulaudi alias Mutoy. Saya membalasnya secara asal, jadilah tapi nanti, balas saya. Pesan itu ujug-ujug datang tanpa konteks apapun sebelumnya. “Yauda, jangan lupa kabarin gue nanti,” balasnya. Itu pesan balasan…… Continue reading Selamat Berpulang Mutoy (1991-2020)

Intisari

Hidup Ini Brengsek, Kita Terpaksa Menjalani

Ia terkulai di atas kasur miliknya. Sendiri. Lampu tak dibiarkan remang. Ia benci hal itu. Sebab membuat kamar remang, adalah konstruksi psikologis yang dibangun oleh film-film. Perasaan sedih, menurutnya, tak melulu harus dirayakan dengan keadaan pencahayaan kamar yang remang-remang. Sudah enam jam posisinya tak berubah. Ia juga tak lagi mencari-cari film favorit dan menontonnya hingga…… Continue reading Hidup Ini Brengsek, Kita Terpaksa Menjalani