Artikel

Mereka yang Bersedia Berkorban Mengamankan Natal di Katedral

Ikrar Setiawan bersandar pada sebuah tiang lampu jalan, persis di seberang pintu keluar Gereja Katedral, Jakarta. Di bawah terpaan sinar lampu, wajahnya tampak lesu. Pandangannya sayup. Namun, Ikrar tak membiarkan matanya terkatup, apalagi sampai jatuh tertidur. “Ngantuk sebenarnya,” kata Ikrar saat saya temui, Senin (24/12/2018) malam. Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Ikrar sudah bergegas…… Continue reading Mereka yang Bersedia Berkorban Mengamankan Natal di Katedral

Artikel

Balada Alya Nonton Lumba-Lumba yang Dikritik Namun Diklaim Mendidik

Belum sempat turun dari sepeda motor yang dikendarai Ayahnya, Alya (8 tahun) sudah tak sabar ingin melihat lumba-lumba di Pentas Lumba-Lumba & Aneka Satwa di Grand Depok City, Kota Kembang, Depok, pada pertengahan November lalu. “Mana lumba-lumbanya? Kok enggak ada,” celetuknya polos. “Itu di dalam,” jawab Yuli Setiawati (35 tahun), Ibunda Alya, sambil menunjuk sebuah bangunan…… Continue reading Balada Alya Nonton Lumba-Lumba yang Dikritik Namun Diklaim Mendidik

Intisari

Sebelum Berani Mati, Harus Berani Hidup

Ya Tuhan. Teman saya pernah mengatakan sesuatu pada saya. Ketika itu malam masih dingin akibat sore hujan turun deras. Tanpa perapian dan bir pletok, kami hangat karena obrolan. Dia membisik, seraya menegaskan bahwa apa yang hendak diucapnya adalah sebuah keseriusan yang harus saya simak dengan serius juga. “Kita harus berani mati di jalan Allah!” ujarnya…… Continue reading Sebelum Berani Mati, Harus Berani Hidup

Esai

Sebab Project Pop Tidak Lucu Sama Sekali

Synchronize Fest 2018 menjadi titik balik untuk kembali menyelami grup musik Project Pop. Saya menyaksikan mereka malam kemarin (6/10) di District Stage, mengingatkan bahwa mereka pernah mengisi masa Sekolah Dasar saya dulu. Ada kerinduan yang mendadak muncul. Lalu, Project Pop menebus kerinduan tersebut dengan penampilan yang energik, kelakar, serta penuh tawa. Tiga elemen yang melekat…… Continue reading Sebab Project Pop Tidak Lucu Sama Sekali

Resensi

Selamanya Bukanlah Seringai

Suatu hari di tahun 2012, ruang kelas di kampus sempat tak menarik. Saya lebih memilih cabut beberapa SKS dan melesat ke Kemang, Jakarta Selatan. Dengan motor bebek saya menuju Lawless Jakarta. Kondisi matahari sedang perkasa, namun antrean terjadi di depan pintu toko itu. Hebat! Mayoritas orang berpakaian hitam. Pria dan wanita jejak di sana. Tak…… Continue reading Selamanya Bukanlah Seringai

Intisari

Tak Ada Yang Perlu Kasihan

Blok M, Jakarta Selatan ramai oleh orang yang sedang menghabiskan waktu dengan berbagai caranya berbeda. Saya duduk di salah satu kedai kopi yang cukup terkenal di kawasan itu. Bersama seorang gadis, tepat di hadapan saya. Dua gelas kopi, sesuai selera, tersaji. Menambah nikmat suasana malam. Berkat tambahan topik obrolan yang menarik, tentunya. Di luar kedai…… Continue reading Tak Ada Yang Perlu Kasihan