Intisari

Hidup Tak Perlu Lagi Mencari Eksistensi

Di atas trotoar Jakarta, es jeruk kemasan sungguh menjadi barang cukup mewah untuk dikonsumsi siang hari. Yang paling mewah adalah orang-orang di sekelilingnya. Dua pemuda berbaju hitam di samping saya, sedang mempersilakan seorang yang lebih tua dari mereka untuk mendengarkan musik yang baru direkamnya beberapa hari lalu. Entah musik apa, saya tidak tau. Jika melihat…… Continue reading Hidup Tak Perlu Lagi Mencari Eksistensi

Intisari

Jangan Heboh Karena Video Mesum

SEBAGAI warga Depok yang kadang suka lari sore di Universitas Indonesia, perhatian saya mudah saja teralihkan begitu netizen membicarakan Hanna Anisa. Pasalnya mereka rata-rata membuat postingan seperti ini, ‘Tadi gue ke UI kok gak ketemu Hanna Anisa yaa ?’ atau ‘Ke Depok ah. Kali aja ketemu Hanna Anisa.’ Yang mengantarkan saya pada mesin pencarian google.…… Continue reading Jangan Heboh Karena Video Mesum

Resensi

Pelecehan Seksual Adalah Horor Sesungguhnya

Hubungan pasang suami istri Gerald Burlingame (Bruce Greenwood) dan Jessie Burlingame (Carla Gugino) dalam kondisi yang tidak harmonis. Entah apa penyebabnya. Yang pasti mereka sedang dalam perjalanan akhir pekan ke sebuah rumah terpencil di pinggir danau, sebagai upaya memaniskan hubungan yang getir. Tanpa sepengetahuan Jessie, Gerald menyiapkan sebuah permainan. Dengan berpakaian minim Jessie menuruti kemauan…… Continue reading Pelecehan Seksual Adalah Horor Sesungguhnya

Esai

Menikmati Kuliner Sembari Menyelami Sejarah

Sepasang penari berlenggak-lenggok di bawah iringan musik gambang kromong, lengkap dengan pakaian khas Betawi era 1910. Untuk seukuran pramusaji yang mendadak menjadi penari, gerakan mereka cukup lihai. Disusul rombongan pramusaji lainnya yang keluar dengan piring-piring berisi satu jenis makanan di atas kedua telapak tangannya. Kecuali dua pramusaji paling belakang yang bahu membahu menggotong pikulan berisi…… Continue reading Menikmati Kuliner Sembari Menyelami Sejarah

Resensi

Melancholic Bitch dan Rindu Yang Tuntas di Jakarta

Malam yang dingin setelah Selatan Jakarta baru saja diguyur hujan, dan di dalam mesin penyejuk masih berfungsi normal. Sayangnya Ugoran Prasad tidak bisa melakukan kebiasaannya ketika manggung. Dia terjebak pada sekat ruang beratap. Tapi bukan itu alasannya, dia hanya mau turut merasakan apa yang dirasakan kumpulan orang di depannya. “Nggak adil juga yaa. Di sini…… Continue reading Melancholic Bitch dan Rindu Yang Tuntas di Jakarta

Resensi

Anarchist from Colony: Tamatnya Cinta dan Padamnya Revolusi

Hanya karena secarik puisi, Park Yeol bisa didatangi gadis-gadis yang kagum padanya. Atau lebih tepatnya, hanyut dalam arus kalimat yang Park torehkan. Tapi tidak ada yang segila Fumiko Kaneko -gadis berdarah Jepang yang bahkan kesulitan menyebut nama Park yang bercorak Korea. Tanpa tedeng aling-aling, Fumiko melayangkan penawaran untuk menjadi pendamping hidup Park. Begitu juga sebaliknya,…… Continue reading Anarchist from Colony: Tamatnya Cinta dan Padamnya Revolusi

Figur

Grow Rich: Sebuah Katarsis dan Pengembangan Diri

Grow Rich tidak akan pernah manggung. Terlebih lagi jangan mengharapkannya tampil membawakan “Cash to Kyodo” langsung di hadapanmu. Meskipun berbagai tawaran akan hal itu berdatangan, namun dengan berat hati harus ditolak. “Waktu saya sudah tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas manggung,” terang Abdur Rohim Latada atau akrab disapa Oyi, seseorang yang berdiri dibalik nama Grow Rich.…… Continue reading Grow Rich: Sebuah Katarsis dan Pengembangan Diri