Intisari

Suara Yang Gentayangan

20city1

Dunia ini terlalu bising, banyak sumber bebunyian yang menguap ke udara. Semua berlomba-lomba mencari perhatian dari gendang telinga. Sayangnya jumlah antara suara-suara itu dan wadah pendengar, tak sebanding adanya.

Pada akhirnya sang suara gentayangan tak tentu arah, hilang penepiannya. Ia berada di pojok rumah, gang sempit, dalam gedung bertingkat, trotoar jalan, klub malam, lokalisasi, warung kopi, pegunungan, dasar laut, bahkan dinding-dinding saiber. Posisinya tidak konstan dan terus berubah.

Manusia terlahir dengan kecakapan berbicara, saking mahirnya mempraktikan itu. Sampai-sampai lupa dengan fungsi mengoptimalkan telinga. Terlanjur terlena berbicara, enggan mendengar. Padahal, lebih beresiko berbicara ketimbang mendengar. Sedangkan untuk mendengar hanya ada satu tantangannya, yakni menahan nafsu untuk terus berbicara.

Tak jarang suara menemukan penepiannya yang salah, sebab gandrung lelah gentayangan. Ia menepi pada seutas tali, sebilah pisau, cairan pembersih lantai, ujung mobil, kepala kereta, dasar sungai, zat kimiawi, dan yang paling menyedihkan ialah dalam ruang gelap nan hampa.

“Semua kehidupan di tengah-tengah manusia lainnya, tidak lebih daripada sebuah perjuangan untuk mendapatkan telinga orang lain.” – Milan Kundera

Kundera tepat sekali. Penghuni bumi saling unjuk suara mana yang paling merdu (walaupun sebenarnya sumbang tak karuan). Dunia ini terlalu lelah berceloteh, hingga tak sempat untuk saling memahami.

Lantas bagaimana jika suatu pagi umat manusia terbangun dalam kondisi tuli. Akibat dari fungsi telinga yang semakin menurun karena jarang terpakai.[]

Depok, 23 September 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s