Intisari

Indonesia Tanpa Udel

Adik saya yang nomor tiga, Aditya Al-Fattah, namanya. Adalah anak yang biasa-biasa saja, berkelakuan layaknya teman seusianya. Seorang anak yang meskipun penuh perjuangan melawan malasnya untuk berangkat ke sekolah tapi tetap bersekolah. Seorang anak yang walaupun lelah setelah bersekolah tapi tetap saja tidak pernah menolak jika diajak main.

Sampai mama, sang pemegang kekuasaan tertinggi di rumah, terheran-heran dibuatnya. “Pulang sekolah ribut capek. Eh disamper sedikit, langsung ngacir,” kata mama.

Yah begitulah Aditya. Rasa lelahnya bersekolah tidak berarti jika sudah bersama teman-temannya. Tanpa jeda, seru sekali bermain. Sampai lupa makan dan pulang larut senja.

Gak tau capeknya tuh anak. Kayak orang gak punya udel,”Mama berseloroh. Serupa mitos bahwa kuda tidak kenal lelah dan penuh tenaga karena tak punya udel. Apa mama fansnya Alfred Hitchcock ?

Saya diusia seperti Aditya, kuranglebih sama. Selain menjalani kewajiban sebagai amanah dari orang tua untuk bersekolah. Juga selalu mencari celah untuk bermain. Kadang porsi tenaga yang dikeluarkan bisa lebih banyak bermain dari pada bersekolah.

Namanya juga anak tanpa udel. Tak kenal lelah. Berhentinya kalau sudah sakit, yang kemudian menjadi celah untuk mama bersabda.

Kalau dipikir-pikir bukan Aditya dan saya saja yang seperti tak punya udel. Saya menduga Indonesia juga demikian.

Bermula dari aksi 212. Indonesia merayakan kehadiran dirinya di Jakarta. Semua bersuka cita. Berbarengan dengan itu, Indonesia malah mentertawai kehadirannya di Jakarta bahkan malah nyinyir, yang dibalas nyinyir juga oleh Indonesia.

Saling menyusul kemudian 412, Sariroti, dan KKRN Sabuga. Gema Indonesia terkait itu semua meruak di jalan raya hingga linimasa sosial media. Indonesia menjadi sibuk dalam waktu kurang-lebih seminggu (bahkan masih berlangsung hingga sekarang).

Belum lagi Indonesia yang merayakan keluarnya single Awkarin dan kontroversialnya YoungLex.

Saya takjub, benar-benar takjub tepatnya. Karena ketika Indonesia asyik beradu argumentasi, berujung debat kusir, bahkan sampai saling mencela. Indonesia menjalani semuanya berbarengan dengan aktivitas mencari penghidupan, mencari pundi-pundi rupiah.

Indonesia adalah masyarakat multi-tasking yang tak punya udel.  Indonesia hebat! Tak kenal lelah.

Tapi tunggu sebentar.

Lantas kalau begitu, kapan mau istirahatnya ?

Depok, 12 Desember 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s