Puisi

Sejoli

Picture 264
Art by Keck-I

Ku kira masa mu sudah habis
Semenjak sore itu menyembah senja tiba
Ternyata ketika langit menyulam malam
Kau perlahan tidur di sampingku diam-diam
Desis suara mu sampai dalam taman mimpiku
Kau bilang, “Aku datang kembali!”
Begitu pagi tiba jantungku berdegup
Entah sebuah tanda tentang apakah itu

Kau kembali menemani langkah kakiku
Erat sekali peganganmu seakan takut jatuh
Bergelayut asyik di pikiranku
Bersendagurau dengan dengus nafasku
Aku tanya, “kapan kau pergi ?”
Kau jawab dengan diam nyata
Ingin ku jambak rambut mu dan menyeretmu keluar
Sialnya kau tak berrambut apalagi berwujud

Ku tempel kepala ini di atas lantai
Mataku memeram padam
Darah mulai berpusat ke arah kepala
Aku kutuk diriku sendiri dihadapannya
Jika aku tak bisa melawanmu
Jika aku tak bisa meniadakanmu
Jika ternyata kita adalah sejoli
Aku pinta pada semesta untuk mendamaikan hati ini

Depok, 19 Februari 2017
(Teruntuk kegelisahan yang baik hati. Ditulis dalam kondisi mabuk bernafas.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s