Esai

Generasi Millennial, Siapakah Kita Sebenarnya ? (Bag. I)

40d920683755bf41436094d8a09fdfe4
Ilustrasi oleh NN

MEMPERHATIKAN ZAMAN BERSAMA RUTH SAHANAYA DAN CHRISYE

Ruas jalan protokol Ibu Kota terasa dingin oleh hujan dan angin. Sehingga tidak perlu lagi menyalakan air conditioner.  Seperti biasa, menjelajahi Ibu Kota mustahil bila tak bersentuhan dengan kemacetannya. Sehingga saya bisa mengamati sekitar secara saksama dari dalam mobil. Gedung-gedung menjulang tinggi, jalanan yang benderang, semua orang sibuk dengan urusannya sendiri, dan saya sadar kota ini riuh sekali.

Dalam kondisi yang nyaris statis, perlu rasanya berterima kasih kepada radio siaran yang menemani dengan lagu-lagu pilihannya. Sehingga bisa sedikit tenang mengarungi hidup di Ibu Kota.

Meski lagu-lagu yang diputar bukan selera saya, sehingga hanya sekelebatan tersimak telinga. Namun setidaknya itu lebih baik dari pada saya diam lalu ngdumel soal Jakarta.

Tiba-tiba fokus perhatian beralih ke lagu yang diputar salah satu stasiun radio swasta. Lagu berirama lawas, bertempo dansa, dan dinyanyikan seorang wanita. Ini kontras dengan lagu-lagu yang sedari tadi bernada kekinian. Saya menelisik lagu siapa gerangan ini, coba-coba mengingat sembari larut dalam liriknya.

“Begitu banyak rintangan yang harus dihadapi,

Namun mengapa kau diam saja tak berdaya,

Belia usia masa yang paling indah,

Kau tampak tak bergairah.”

Penyanyi itu melantunkan suara yang merdu. Saya ingat, ini tembang populernya Ruth Sahanaya yang berjudul “Astaga”.  Tante Uthe -panggilan akrabnya- merilis single ini dalam album Seputih Kasih pada tahun 1986.

Saya percaya bahwa lagu yang bagus bukan saja enak di telinga melainkan mampu menangkap fenomena sosial pada zamannya. Dan, James F. Sundah selaku penulis lirik nampaknya berusaha melakukan itu. James memang sedang bercerita tentang fenomena yang terjadi di zamannya.

Lagu “Astaga” rilis di akhir 80an, yang mana oleh beberapa ahli disebut sebagai zaman Gen Y atau dalam bahasa William Strauss dan Neil Howe dalam buku mereka yang berjudul Generations: The History of America’s Future, 1584 to 2069 disebut Generasi Millennial.

Sebuah generasi yang menurut Strauss dan Howe dimulai dari tahun 1982 hingga berakhir 2001 atau menurut Hawkins dan Mothersbaugh lahir tahun 1977 hingga 1994. Meskipun dua rujukan tersebut belum sepenuhnya bisa diyakini sebab masih terjadi perdebatan mengenai kapan dan berakhirnya Gen Y ini. Namun hampir semua literatur mengatakan Gen Y lahir diantara tahun 1980-an hingga 1990-an.

Secara merdu Tante Uthe melafalkan bagian lirik yang lain.

 “Sementara yang lainnya hidup seenaknya,

Seakan waktu takkan pernah ada akhirnya,

Hanya mengejar kepentingan diri sendiri,

Lalu cuek dengan derita sekitarnya.

Oh astaga, apa yang sedang terjadi,

Oh astaga, hendak kemana semua ini,

Bila kaum muda sudah tak mau lagi peduli,

Mudah putus asa dan kehilangan arah.”

Potongan lirik di atas memiliki kecendrungan sama dengan karakteristik dari Gen Y, seperti tak merasa bersyukur, egosentris, individualisme tinggi, dan mudah bosan. Kecendrungan yang berbeda dengan generasi sebelumnya yakni Gen X (kelahiran tahun 1965 – 1977) dan baby boomer (kelahiran tahun1946 – 1964). Beberapa karakteristik dari Gen Y inilah yang kemudian coba diangkat om James menjadi lirik lagu, yang melihat ketika itu kepedulian masyarakat, khususnya anak muda terhadap sesamanya sangatlah berkurang. Kritik sosial sedang dilancarkan olehnya.

Setelah Tante Uthe selesai dengan bagiannya, saya pun kembali mencari channel radio yang sesuai.  Jatuh pilihan pada salah satu radio swasta yang sedang memutarkan tembang pop klasik Indonesia.

Menyimak setengah bagian dari Vina Panduwinata menggelontorkan repertoir “Aku Makin Cinta”. Kemudian disusul tembang Chrisye yang membawakan “Dekadensi”. Penggalan lirik lagu tersebut membuat saya ternohok, bunyinya seperti ini:

“Teknologi yang semakin tinggi,

Membuat kita lupa budaya,

Hanya kepentingan ekonomi,

Telah dikorbankan citra manusia.”

Chrisye menulis dan membawakan “Dekadensi” dua tahun lebih dulu ketimbang Tante Uthe. Lagu ini pun lahir dalam zaman di mana Gen Y sedang tumbuh. Serupa dengan muatan lirik “Astaga” yang membahas soal ketidak pedulian namun Chrisye juga membahas terpaan teknologi terhadap kemerosotan budaya ketika itu.

Penggalan lirik Chrisye selaras dengan pernyataan yang mengatakan bahwa Gen Y cenderung techno-minded. Masih dalam artikel Femina.co.id dikatakan pula bahwa Gen Y adalah, ”Anak muda yang selalu ingin coba-coba, kerja enggak pernah awet di satu tempat, dan terlalu peduli soal teknologi terbaru.”

Tapi tunggu dulu, apakah dua lagu ini memang menggambarkan Gen Y ? Mengingat lagu ini membahas gejolak dikalangan anak muda dan lagu tersebut rilis di tahun di mana Gen Y lahir. Merujuk pada UU 40/2009 tentang kepemudaan, dikatakan bahwa pemuda adalah yang berusia sekitar 16-30 tahun. Sementara itu anak muda di rentan waktu tahun 84 hingga 86, adalah muda/I kelahiran 60an hingga awal 70an yang tidak termasuk dalam Gen Y melainkan Gen X.

Sedangkan ketika dua lagu itu dirilis, usia Gen Y masih berkisar di angka 7-9 tahun. Tante Uthe sendiri ketika menyanyikan lagu itu berusia 20 tahun dan bisa dikatakan pemudi, sementara ketika menulis lirik om James berusia 31 tahun. Begitu pula om Chrisye yang lebih tua dengan usia menginjak 35 tahun ketika membawakan tembang tersebut. Akan tetapi dua lagu tersebut mempunyai relevansi dengan kondisi saat ini.

Tak terasa Chrisye sudah masuk ke akhir bagian.

“Dekadensi tumbuh di sana sini,

Dekadensi melanda kehidupan kita.”

Lantunnya yang lambat laun tertiban deru mesin kendaraan. Saya menoleh waktu di smartphone. Astaga sudah mulai pukul 21.00 WIB dan besok harus kembali berjibaku dengan rutinitas. Sementara saya masih jauh dari rumah.

 

(Tulisan ini pernah dimuat dalam Majalah Arka #3. Download di sini)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s