Intisari

Balada Kerinduan

Fantasy-Green-Cave-Wallpaper-HD-4510
Ilustrasi oleh NN

Saya rindu mencintai mu dengan tulus tanpa pamrih. Sebab dari sanalah, sentuhan halus mu mendekap hangat. Hingga saya mampu merasakan jatuh cinta lagi, yang bahkan tak seorangpun mampu mengerti tentang seperti apa rasanya.

Sentuhan mu yang membuat saya yakin bahwa hidup ini akan berjalan dengan baik-baik saja. Sebab keberadaan mu yang dekat sekali nyaris tak berjarak, bahkan seinci pun dari nadi, yang mampu mengalirkan ketenangan kesekujur tubuh.

Tapi sayang keyakinan itu juga, yang membuat saya pongah. Kemudian melunturkan semuanya. Saya tidak bisa lagi mencintai mu dengan tulus. Sebab kadung candu dengan sentuhan itu.

Tersebut nama mu dalam setiap nafas, berulang terus saya lakukan. Sebagai bentuk rintihan, bahwa saya tak kuat menahan rindu ini lagi. Sebuah kerinduan untuk mencintai mu apa adanya, bukan sebab sentuhan mu. Melainkan cinta yang tulus tanpa pamrih, selayaknya ketika itu.

Jika rindu ini sebagai upaya menebus semua dosa yang terlanjur terukir. Maka, izinkan saya untuk menikmati dengan kesungguhan.

Ridhoi lah kerinduan ini.

Depok, 31 Maret 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s