Intisari

Keangkuhan

c0011375_23241885
Ilustrasi oleh Pene Menn

Keangkuhan seperti sebuah jalan kecil yang hanya bisa ditapaki oleh sepasang kaki. Meniti langkah demi langkah, sangat berhati-hati, karena memang licin. Sampai kita lupa bahwa jalan licin ternyata sebuah jembatan yang rapuh. Semakin berjalan, posisi jembatan semakin menurun. Sementara kita masih terselubung ketidaktauan akan itu, sibuk berhati-hati menjaga langkah agar tidak tergelincir. Tidak sadar bahwa semakin langkah maju, jembatan itu semakin menurun. Begitu sampai diujung kita sadar telah berjalan menuju kejatuhan dengan sangat lembut. Ketika menerawang ke atas, betapa tingginya tebing itu.

Oleh karena itu, menyikapi keangkuhan tidak cukup dengan berhati-hati. Butuh juga bermawas diri.

Semoga masih kuat mendaki.[]

Depok, 08 Juli 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s