Figur

Ican Harem: Treat Artist More Than Rappers

17796643_10212941224231770_500438237912262357_n
Ican Harem. Foto: IH doc.

Nama Ican Harem sudah tidak lagi asing sepertinya untuk para fashionista. Berkat kepiawaian Ican menggoreskan tinta di atas material jaket, membuat namanya membubung dan berkesempatan menggelar pameran, salah satunya di Artotel Bali yang terselenggara sejak 23 Desember 2016 hingga 02 Februari 2017 kemarin.

Kala itu saat Ican sedang kusut, gua malah cuek untuk menanyakan seputar aktivitas nyeni nya itu. Yang akhirnya di jawab Ican walau dirinya mengaku seminggu ini merasa terganggu dengan social anxiety, gizi buruk, dan ehmmmmm. Maaf, untuk yang terakhir itu dirahasiakan. 🙂

Gua pengen tau dong, cerita dibalik kebiasaan lo “nyoret-nyoret” jaket gitu. Gimana sih awalnya ?
Di dasarkan kebutuhan personal, membutuhkan sandang primer yang mewakili diri sendiri di dasari estetika aneh yang ga mumpuni.

Ada cat khususkah yang lo gunakan untuk painting on the jacket ?
Ga ada. Soalnya bikin sendiri.

Misalkan ada yang mau beli jaket coretcoret lo. Mereka bisa kustom sendiri atau lo juga punya yang ready stock dan mereka tinggal pilih aja ?
Ada yang kau tinggal pilih pilih dan gunakan semampu mental. Ready stock cuma di studio saja.

Semua jenis bahan bisa di coret-coret ? atau Cuma bahan tertentu aja yang bisa ?
Bahan yang di jauhi seperti bahan bahan yang ga nyerap air, semacam besi, plastik, dan paracute.

Kendala apa yang biasa lo temukan ketika mau mulai coret-coret ?
Ide yang mentok. Musik yang tak mewakili diri. Hangover. Dan permintaan klien yang sangat standar.

Contoh: ‘bro gambarin logo agent of sheeld’ atau apalah itu yang ketika prosesnya saya pasti teriak teriak faaaaaaakkkk.

ican-harem-bali-artist-hand-drawing
Foto: IH doc.

Untuk budgetnya sendiri, kisaran berapa Can harga peritemnya ?
870- 420-666-980-1300-2300. Sekitaran nomor nomor yang mewaikili saya

Tapi style jaket coret kayak gini tuh, di Indonesia udah ada atau belom sih ? atau lo sendiri justru yang pertama ?
Skena street punk adalah pelaku pertama dengan kasat mata yang saya rekam dalam memori .

Waktu saya masih mengenyam pendidikan bangku sekolah dengan sadar saya perhatikan jaket kulit dengan tulisan ‘Dewan Djendral’ di torehkan dengan cat minyak di pergulatan pogo dan moshpit di salah satu gigs campursari underground di Medan. Selagi mengagumi dengan telak dan tepat empunya sang pemilik jaket melakukan stagediving dan berhasil meletakan lututnya di muka saya.

Dalam satu coretan di jaket. Prosesnya kreatifnya seperti apa sih ? Lo punya ritual khusus gak ?
Selagi mp3 meraung, lambung terisi, hairdryer berfungsi dan kuas kuas lancip sempurna. Saya akan bahagia bekerja dengan proses kreatif, kadang kadang ritalin membantu tapi lebih sering internet dan smartphone serta buku buku pemberian teman banyak, membantu proses kreatif.

Sejauh ini coretan apa di jaket mana yang menurut lo sendiri paling memuaskan ?
Yang laku dan di beli orang memuaskan.

Kalau gua perhatiin, karya-karya lo kan cult atau satanic gitu yaa. Lo emang suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan itu ?
Karena saya anak pesantren taat waktu remaja belia. Setelahnya aku sadar suka hal-hal yang obscure seperti klenik. Klenik abakadbra.

Lu sendiri punya pengalaman seputar dua hal itu ?
Cuma ketindihan semata

Lo percaya kalau dukun itu beneran sakti ?
Hebatnya saya ga percaya.

Karya lo ini terbilang nyentrik yaa. Out of the box juga. Tapi mendapat respon yang bagus dari orang, gua liat followers ig lo banyak banget. Menurut lo sendiri, apa yang membuat karya lo ini bisa mendapatkan tempat di masyarakat ?
Karena berusaha tidak menempatkan karya saya di masarakat adiluhung prima.

Sejauh ini peminat karya lo datang dari mana aja Can ?
Dari segala penjuru. Banyaknya yang hidup di suatu wilayah yang sudah ada izin buka kopi starbucknya. Jauh dari masarakat glutenfree.

Apakah domisili lo yang sekarang stay di Bali, mempengaruhi perkembangan diri lo dalam memproduksi karya ?
Bali trigernya bagus karena isunya lebih global.

18556124_10213417349854613_5602545142218943884_n
Foto: IH doc.

Karya lo yang dominan nyeleneh, nakal, jalanan, kadang serem gitu. Apa bisa dijadikan acuan untuk mewakili personality Icanharem sendiri ?
Sinkronasi dengan karya adalah tujuannya. Setidaknya saya melihatnya seperti itu.

Ngomong-ngomong orangtua lo udah tau belom, kalau anaknya bikin karya yang serem-serem ? atau masih hiding dari mereka hehe ?
Mungkin tau tapi ga pernah di obrolin. Saya juga ga pernah cerita. Orang tua taunya saya melukis.

Semua hal tentang art kayaknya lagi booming banget, banyak eventnya juga di beberapa kota besar. Kondisi kayak gini, membuat lo senang dan beruntung berada di level sebagai artist ?
Biasa saja. Kadang kadang event put artist as gimmick, not because they care.

Terus bagaimana lo melihat antusiasme masyarakat saat ini yang apresiatif sekali soal art ?
Treat artist more than rappers please.

Kalau definisi artist menurut Icanharem sendiri, seperti apa ?
Membuat gagasan gagasan yang kiranya bisa diaplikasikan dalam kehidupan bermasyrakat berbudaya adiluhung 1945.

Analogi apa yang paling tepat untuk menggambarkan karya coret lo di atas jaket ini ?
Pure analog primitive wear.

Tempat hangout yang ideal menurut lo itu kayak gimana Can ?
Yang memberikan free ladies drink dan ada warung masakan padang dimana mana.[]

Artikel pertama kali publis di: http://www.hangoutindo.com/2017/02/ican-harem-treat-artist-more-than-rappers/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s