Intisari

Mampang Yang Asing

1_516402400l
Field Crew dan pengisi acara Hentikan Perbedaan di Parkit Dejavu, 2007.

Dari ruang tengah saya menyimak Bob Marley melantunkan “Redemption song”, beriringan dengan semilir angin dan dipayungi langit yang mulai mendung. Teduh. Syahdu. Bahkan berdaya hingga melempar ingatan saya pada hari-hari yang lalu. Di Mampang, salah satu kelurahan yang terletak di wilayah kota Depok.

Tak jauh dari rumah saya, ada sepetak lapangan yang oleh orang dewasa digunakan untuk bermain voli; oleh anak-anak dipakai untuk berlarian; oleh saya dan kawan-kawan dipakai untuk bermain sepak bola.

Lapangan voli tersebut serupa alun-alun kalau di kota besar. Semua kalangan tumpah di sana. Masing-masing punya kepentingannya sendiri. Tak jarang, lapang voli mengakomodir kepentingan bersama. Seperti perayaan tujuh belasan, panggung gembira, atau makan-makan ketika tim voli setempat menjuarai kompetisi tertentu.

Lebih dari itu, lapangan voli bagi saya adalah titik berangkat mengenal dunia.

Ada satu gubuk tepat di sisi tak jauh dari lapangan voli, yang kalau pagi hari menjadi tempat Mpok Ida jualan nasi uduk. Menjelang malam, gubuk menjelma semacam klub remaja pria. Tempat saya dan kawan seusia berkumpul. Di sana kami berbagi referensi musik, informasi termutakhir dari gaya hidup pada masa itu, berbagi batang rokok hingga ganja, memutar plastik Teh Sisri hingga anggur merah, menggoda lawan jenis, adu otot dengan kawanan pemuda lainnya, atau sekedar melepas jengah dari atap rumah.

Bermulai dari kami yang bertempat tinggal tak jauh dari lapangan voli. Namun perlahan menampung banyak orang dari mana-mana. Masing-masing dari kami saling mengundang kawan lainnya untuk sekedar mampir dan menikmati rutinitas bersama di bawah gubuk berpondasi bambu dan beratap terpal. Membuat lingkaran yang kian plural.

Ada masanya gubuk berubah menjadi tempat rapat, manakala kami akan membuat satu acara musik bertajuk “Hentikan Perbedaan” di Parkit Dejavu Jakarta Pusat. Ketika itu juga, kami mempunyai nama kelompok. Field Crew, saya menginisiasi penamaan tersebut lantaran tempat nongkrong kami yang berada di lapangan voli.

(Kemudian hari Field Crew berubah menjadi Field Crew Movement. Tidak ada alasan jelas, saya hanya merasa penambahan movement keren sekali ketika diucap.)

Dari pengorganisiran acara pertama yang berjalan sukses, gubuk kami semakin banyak kedatangan kawanan dari beragam tempat. Kami mulai berjejaring dengan teman-teman yang punya semangat yang sama dalam pengorganisiran gigs. Tanpa meninggalkan rutinitas sebelumnya. Kami tetap sebagai remaja yang senang merokok diam-diam dari keluarga di rumah, mabuk, begadang tak jelas hingga waktu sekolah datang, dan tanding sepak bola di waktu sore.

1_576727306l
Field Crew selepas acara Hentikan Perbedaan di Parkit Dejavu, 2007.

Bob Marley telah menyelesaikan “Redemption Song”, ingatan saya kembali pada kondisi ruang dan waktu yang sekarang. Tak jauh dari rumah saya kini telah berdiri rumah dan berpetak-petak kontrakan. Lapang voli sudah menjadi cerita bagi mereka yang merasakan hidup di eranya. Gubuk merata dengan tanah. Mpok Ida ganti usaha. Dan masing-masing dari kami menjumpai waktu dan tantangan dalam hidupnya. Mengharuskan kami mencari kunci jawaban dari segala soal kehidupan sendiri. Ada yang pergi entah kemana, pindah rumah, masuk penjara, dan berpulang pada sang pencipta.

Yang abadi hanyalah kenangan. Kenangan yang datang bersamaan ketika Bob Marley, Imanez, dan Tony Q bernyanyi.

Saya merasa asing pada tempat yang dulunya akrab.[]

Depok, 21 April 2018

**Ditulis untuk memperingati perjalanan pulang Michael Calvin beberapa hari yang lalu. Selamat menempuh perjalanan pulang, Jong Ambon! Main bola lagi kita nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s