Resensi

Membaui Mitologi Nusantara dalam Aroma Karsa

3fde2682-fcae-432f-8f0f-e099bae34f9a_169
Boleh pinjam dari Google.

Seorang pemuda yang dibesarkan di tengah hamparan sampah Bantar Gerbang mendulang emas. Pemuda itu bernama Jati Wesi. Kepiawaiannya meracik tiruan parfum Puspa Ananta milik produsen parfum terkemuka Kemara. Membawanya pada bab baru dalam biduk kehidupan juga percintaannya.

Raras Prayagung, bos besar perusahaan Kemara memboyong Jati ke rumahnya dan mengikat kontrak seumur hidup untuk Jati bekerja di bawah khendaknya. Sebagai konsekuensi atas tindakan sewenang-wenang Jati memalsukan parfum buatan Raras.

Tidak seperti seseorang yang sedang menjalani hukuman, kehidupan Jati bersama Raras justru seperti anak emas. Segala fasilitas mewah yang Raras punya, bisa diakses bebas oleh Jati. Bahkan Raras begitu merestui hubungan Jati dengan anak semata wayangnya, Tanaya Suma.

Sekilas alur kisah tersebut terdengar picisan, boleh disebut tak ubahnya opera sabun televisi kebanyakan. Sepertinya Dee Lestari memang sengaja membuatnya sedemikian sederhana, karena porsi terbesar dalam buku terbarunya ini, ialah riset yang kaya akan indera penciuman dan seluk beluk aroma yang awam kita dengar sebelumnya.

Selain memang yang tak boleh luput digubris ialah, sisi mitologi dalam Aroma Karsa. Begitu banyak kisah yang hadir dalam setiap jengkal tanah di Nusantara. Kisah yang kadang membuat kebanyakan orang mengernyitkan dahinya sambil menganggapnya sebagai angin lalu saja. Ditafsir sebagai dongeng belaka. Namun tak sedikit juga, yang menganggapnya sebagi sesuatu yang riil pernah terjadi sebelum hari ini berlangsung.

Meski saya dibesarkan dalam peradaban yang materialistik, saya tetap meyakini bahwa kehidupan selalu menyajikan hal yang berpasangan. Jika saya mengamini hal yang fisika, begitu juga dengan yang metafisika.

Namun terkadang keterbatasan kita, yang tidak memberi akses pada hal-hal yang tidak berwujud. Yang dalam level berikut, akan kita anggap sebagai tahayul.

Dee lincah memasukan hal yang metafisika dalam Aroma Karsa. Menyajikan rentetan yang memukau tentang desa tak kasatmata, manusia yang bisa mewujud binatang, manusia terbang, dan dimensi-dimensi tak terbatas ruang-waktu. Tentu mengandalkan imajinasi semata, rasanya harus gila dulu untuk menciptakan hal seperti itu. Jika tidak diimbangi dengan mengkaji babad-babad kuno Nusantara.

Tokoh-tokoh dalam Aroma Karsa menjadi perwakilan golongan masyarakat dalam memperlakukan mitologi. Ada Iwan Satyana sebagai tokoh paling realistis dan tidak percaya sama sekali sama sesuatu yang gaib. Bahkan dia menganggap remeh semua kisah tentang Puspa Karsa, Dwarapala dan segala tentang makhluknya. Ada Raras Prayagung sebagai tokoh yang meyakini segala kehidupan pada dimensi yang berbeda, muncul sebagai tokoh paling eksploitatif. Yang menjadikan hal tak kasatmata sebagai tempat menggantungkan hidupnya. Kemudian Jati Wesi sebagai tokoh yang berada di tengah-tengah dalam menyikapi mitologi. Terlepas dari rekam jejak masa silamnya sebagai Banaspati. Jati menjadikan hal yang terlihat dan tidak terlihat sebagai sesuatu yang berdampingan.

Dee seperti menapaki jejak yang pernah Masashi Kishimoto dengan Naruto lalui, John Steveson dan Mark Osborne dengan Kungfu Panda, Akira Toriyama dengan Dragon Ball, atau dalam lingkup lokal, Bastian Tito dengan Wiro Sableng.

Aroma Karsa bisa kita tutup sebagai fantasi ataupun meyakininya sebagai sebuah kisah yang terilham satu fragmen hidup dalam jagat semesta kita yang lain.

Saya coba melepaskan faktor ketertarikan saya pada hal bernapas mitologi dalam menilai Aroma Karsa. Terlepas dari itu. Saya mengakui bahwa karya anyar Dee memang seru diselami. Proses menceritakannya yang ringan, mampu menghanyutkan gambaran ketika membaca ke dalam pusaran kisah yang dramatis.

Terakhir. Apresiasi yang layak perlu disematkan pada Hezky Kurniawan yang sedemikian ajaibnya meramu halaman muka novel ini.[]

Depok, 03 Mei 2018

**Ditulis dalam kondisi badan yang linu dan nyaris limbung; sekaligus sebagai upaya pemulihan dari dua hariĀ bed rest.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s