Cerpen

Hukuman Yang Tepat Untuk Penderita Cacar

SEMUA MATA TERTUJU pada Bontar. Tegang. Orang dewasa yang membawa anak kecil, menutup mata anaknya, seakan sedang terjadi adegan asusila di muka umum. Orang dewasa tanpa anak kecil, memilih berjarak, cukup jauh. Tidak ada yang sudi mendekat. Bahkan mereka kompak  menutup hidung masing-masing. “Itu bisa menular dari udara,” ujar salah satu orang dewasa tanpa anak…… Continue reading Hukuman Yang Tepat Untuk Penderita Cacar

Cerpen

Tidak Ada Azan Magrib Hari Ini dan Seterusnya

SEBAGAI SEORANG SAHABAT, hal yang paling cukup melegakan ialah ketika melihat sahabatku masih hidup. Hal lain yang lebih dari cukup ialah ketika melihat sahabatku masih dapat tersenyum bahagia. Untuk hal-hal yang lain, seperti bagaimana cara dia berbusana, selera musik, potongan rambut, pemilihan minyak wangi, keyakinan beragama, kaos kaki, ataupun orientasi seksualnya. Aku tidak mau mengurusi.…… Continue reading Tidak Ada Azan Magrib Hari Ini dan Seterusnya

Cerpen

Lagu Yang Sama Untuk Dua Kisah Sekaligus

I’ll fight the future for you (maybe), telah menjadi bait lirik favoritnya. Begitu kalimat tersebut menjadi kor pada akhir lagu, pikirannya disangga oleh kenaifan masa remaja, keegoisan, perdebatan tak penting, emosi yang meletup di atas motor, panasnya ranjang kamar, air mata yang melulu terbuang, dan tawa yang sering kali pecah karena hal remeh. Yang terjadi…… Continue reading Lagu Yang Sama Untuk Dua Kisah Sekaligus

Cerpen

Gadis Simpang Maktal

DI ANTARA kendaraan yang berjejal di perempatan Maktal dan hingar bingar klakson serta caci maki antara pengendara. Perhatianku tersita pada pengendara motor bebek otomatis di depan motorku. Seorang gadis bermata bulat nan teduh, hidung mancung, dan berbibir tipis. Aku dapati semuanya dari sekotak kaca spionnya. Kenapa aku bisa tertarik? Tentu karena matanya, menyiratkan pribadi penuh…… Continue reading Gadis Simpang Maktal

Cerpen

Banyak Ruang di Kepala, Sedikit Untuk Akal Sehat

Sudah cukup aku duduk selama empat stasiun terakhir. Ketika nanti kereta berhenti di Stasiun Lenteng Agung, aku akan bebaskan tempat ini menemukan “tuan”-nya sendiri. Di depanku berdiri bapak-bapak tambun, mas-mas pulang kerja, ABG tanggung, dan ibu tua renta. Aku tidak akan memilih seseorang dari mereka untuk mengisinya. Tapi kalau boleh berharap, semoga ibu renta itu…… Continue reading Banyak Ruang di Kepala, Sedikit Untuk Akal Sehat

Cerpen

Kisah Telinga dan Orang Tua Yang Sepi

Orang tua itu terpaksa menenggak kopinya yang dingin. Perutnya mendadak menjadi kembung dan tak nyaman. Udara dingin dan sepi. Sesepi dirinya. Hanya dililit sarung dia berkelana. Mencari kehidupan, katanya. Kaki berhenti di pinggir sawah yang sebentar lagi panen. Kerumunan jangkrik sedang menari. Lincah gerak mereka. Tapi ada satu yang diam, tersudut, menyendiri. Orang tua itu…… Continue reading Kisah Telinga dan Orang Tua Yang Sepi