Cerpen

Kisah Telinga dan Orang Tua Yang Sepi

Orang tua itu terpaksa menenggak kopinya yang dingin. Perutnya mendadak menjadi kembung dan tak nyaman. Udara dingin dan sepi. Sesepi dirinya. Hanya dililit sarung dia berkelana. Mencari kehidupan, katanya. Kaki berhenti di pinggir sawah yang sebentar lagi panen. Kerumunan jangkrik sedang menari. Lincah gerak mereka. Tapi ada satu yang diam, tersudut, menyendiri. Orang tua itu…… Continue reading Kisah Telinga dan Orang Tua Yang Sepi

Cerpen

Meledaknya Kepala di Persimpangan Palmerah

Bajingan sekali gedung di depan Maybank ini, jika sore tiba selalu mengeluarkan aroma makanan. Kadang aroma soto, kadang masakan padang serupa rendang. Bikin aku lapar saja. Bikin aku kesal saja, melihat dompet hanya berisi 10ribu untuk beli bensin. Lalu lintas Palmerah Utara mungkin menjadi arus yang paling aku benci sekarang. Para pengendara mobil dan motornya…… Continue reading Meledaknya Kepala di Persimpangan Palmerah

Cerpen

Doa Kretek dan Kopi

Senyum itu terus merekah dari wajah Kacung yang bulat, yang dipajang sepanjang kakinya melangkah menuju rumah. Mulutnya pun sesekali ¬†bersenandung samar, entah lagu apa yang dilantunkan. Kedua tangannya bergerak seperti mengikuti irama, sehingga plastik hitam di tangan kanan yang berisi shampoo titipan Emak dan sebungkus kretek pun ikut bergoyang. Si Kacung nampak asik dengan dirinya…… Continue reading Doa Kretek dan Kopi

Cerpen

Penempatan Teman

Remaja itu menangis sesegukan, seluruh benda di dalam kamarnya menjadi sasaran atas amarah yang membunca. Berantakan. Melebihi kapal pecah. Sesekali ia mengumpat dengan dibarengi suara-suara aneh tak karuan. Seseorang yang dekat dengannya namun seringkali terabaikan, mendatanginya. Mendekat dan merengkuh remaja¬†yang persis “kesetanan”, tapi ia malah memberontak. Remaja itu menjauh dan berdiam di pojok kamar. Isak…… Continue reading Penempatan Teman

Cerpen

Semua Pejuang, Berjuang Semua

Di dalam rangkaian gerbong kereta yang melaju cukup kencang, mustahil untuk bisa menahan diri tidak ikut berguncang. Mau ditahan seperti apapun, tubuh akan bergerak ke kiri-kanan-depan-belakang, menyenggol siapa saja yang berada di sekitar. Kecuali bagi mereka yang mendapatkan tempat duduk. Sungguh beruntung. Namun tubuh yang berguncang sudah menjadi hal yang biasa, jika menaiki kereta api.…… Continue reading Semua Pejuang, Berjuang Semua

Cerpen

Larut Dalam Kebahagian

Siang yang panas itu, membuat orang dewasa memilih berteduh di dalam ruangan berpendingin, di bawah pohon teduh, atau tenda-tenda pinggir jalan. Sebisa mungkin untuk terhindar dari belaian sinar matahari. Beberapa dari mereka bahkan menghujat kondisi yang menyengat itu. Tak tahan sebab badan menjadi lengket. Curik, bocah kecil berusia lima tahun justru menantang matahari. Tanpa alas…… Continue reading Larut Dalam Kebahagian

Cerpen

Pertempuran

Pecahan barang pecah belah berserakan di lantai. Kursi dan meja terbalik. Bingkai foto tak lagi menempel mantap di dinding. Kaca berukuran 15×60 yang biasa digunakan untuk mengukur paras rupawan perharinya, kini tak berbentuk, dan ternoda oleh merahnya darah. Kacung tersungkur lemas di antara keporak-porandaan tersebut. Nafasnya tertatih, matanya kadung sayup, darah mengucur lihai dari tangan…… Continue reading Pertempuran