Puisi

Larik-larik Minggu

Dia memejamkan mata, setelah seharian bergumul tawa kawan sejawat. Itu terjadi di penghujung malam minggu. Begitu terbangun di minggu pagi. Kesepian menyambutnya. Memang dia sendiri yang mengkhendaki demikian. “Kemarin sudah sering bertemu orang. Sekarang saatnya sendiri,” ujarnya. “Bukankah kita harus berlaku adil?” Air mulai dipanaskan. Kopi dituang dalam gelas kaca. Secangkir untuk akhir pekan. Kretek?…… Continue reading Larik-larik Minggu

Puisi

Mama

Mama, Untuk apa aku harus takut padamu Kalau rasa sayang telah cukup mengingatkan siapa aku di hadapanmu… Mama, Kenapa aku harus takut padamu Kalau kasihmu lebih dulu melumpuhkanku… Ketakutan hanya untuk yang tak mengenal kasih sayang. Bukan untuk kita, Mama.[] Depok, 16 Januari 2018

Puisi

Hidup Untuk Hidup

Saya sudah tidak peduli lagi pada kematian. Sejak saya tau bahwa kematian adalah perintah yang tidak bisa ditawar lagi. Untuk apa mempersiapkan diri karenanya ? Jika kematian tidak pernah ada yang tau kapan datangnya, bahkan bisa lebih cepat dari kata cepat itu sendiri. Saya cukup meyakininya saja. Untuk apa saya mempersiapkan kematian ? Jika kenyataannya,…… Continue reading Hidup Untuk Hidup

Puisi

Menjerit Berbisik

Aku ucap namamu namun masih terdengar mereka Aku pelankan lisan dan tidak cukup ternyata Aku berbisik tentangmu namun masih sayup kentara Maka aku serahkan pada nafas untuk merapal namamu Sungguh hubungan ini begitu mewah Sehingga aku takut ada yang mencurinya Sebab itu aku menjeritkan beribu kata tanpa makna Apalagi tujuannya selain untuk mengecoh seribu telinga…… Continue reading Menjerit Berbisik

Puisi

Tanah

Terkadang aku iri pada tanah yang tak pernah mengelak ditempa panas matahari; Tak pernah mengeluh diserang bulir hujan yang datang beringas; Tak merasa terbebani oleh akar tumbuhan yang mencekik; Tak berontak ketika pohon tua besar menindih; Tak pernah kesal dengan tikus yang melubangi; Atau menolak dipaku dalam-dalam oleh beton Namun tak pernah sungkan mendukung benih…… Continue reading Tanah