Intisari

Menyikapi Kaum Pelangi

Ketika itu akhir 2014, saat saya menjuarai lomba poster yang diselenggarakan oleh Yayasan Yap Thiam Hien, untuk sebuah poster yang mengangkat isu LGBT. Dalam poster itu saya menampilkan dua sosok pria dan wanita yang dimodifikasi, pada tubuh pria saya ubah terdapat ornamen khas kewanitaan, begitu juga sebaliknya. Tidak lupa juga sebuah tagline “Tampil Beda. Tanpa…… Continue reading Menyikapi Kaum Pelangi

Intisari

Menulis Untuk Peradaban

Pada satu malam minggu yang datar di tahun 2016 lalu, seorang teman mengajak saya nongkrong. Tanpa perlu ditimbang lagi, saya lekas menyambanginya. Setiba di tempatnya, tiga pemuda termasuk teman saya itu sedang asyik menuliskan sesuatu. Seorang yang lebih tua dari kami semua yang hadir malam itu, Ren Muhammad atau yang biasa di sapa Bang Ren,…… Continue reading Menulis Untuk Peradaban

Intisari

Catatan Tidak Penting Untuk Orang Yang Tak Dikenal

Seorang teman yang baru saya kenal kurang dari 12 menit di Jalan Kebayoran Baru, tiba saja sesumbar soal agama yang dipolitisasi. Katanya zaman sekarang agama sudah kehilangan kemurniannya sejak dijadikan alat politik oleh segelintir orang. Saya menyangkal ucapannya, sebab agama kehilangan kesuciannya sudah sejak ribuan tahun lalu. Ketika para umat beragama itu malah sibuk mengalungi…… Continue reading Catatan Tidak Penting Untuk Orang Yang Tak Dikenal

Pigura

Ijab Qabul Itu Biasa Saja

Ijab qabul dalam proses akad nikah, berarti kerelaan seorang ayah untuk melepas anak gadisnya dipersunting calon mempelai pria. Sementara bagi sang pria, adalah tekad kuat untuk berkomitmen menjaga anak gadis dari sang Ayah tersebut. Bagi saya, ijab qabul berarti janji antara dua orang pria. Lebih dari itu, semuanya perihal melepas dan menerima. Proses ijab qabul,…… Continue reading Ijab Qabul Itu Biasa Saja

Intisari

Berjanji di Taman Kanak Kanak

Taman Gurame Depok kalau Siang tidak terlalu ramai, sehingga saya bisa puas menjelajahi seluruh sudut dengan mata. Selain matahari yang malu-malu dan alat fitness yang diam menunggu, tidak ada lagi hal yang menarik. Kecuali jika saya menganggap bocah TK yang menangis sambil merongrong di hadapan Ibunya,  sebagai suatu hal yang menarik. Lagipula, apa yang bisa dijadikan standarisasi…… Continue reading Berjanji di Taman Kanak Kanak